Perlu Dibaca Sebelum Membaca Artikel

Sejak awal sebelum blog ini saya buat saya menyadari akan banyak menimbulkan kontroversi dan polemik tentang materi dan content yang ada didalamnya, karena banyak kalangan yang pasti akan mengklaim bahwa blog ini menyebarkan dan memprogandakan ajaran yang berbau bid’ah, khurafat, musyrik, syirik yang bertentangan dengan Al-qur’an, Al hadist dan Sunnah Rasul. Perlu saya sampaikan disini bahwa saya juga seorang muslim yang mengakui rukun Iman maupun rukun Islam, Saya juga berpegang berpedoman pada Al-qur’an, Al hadist dan Sunah Rasul, Saya juga melaksanakan Ibadah Sholat Wajib, Sholat Sunnah, Puasa Ramadhan, Puasa Sunah Senin-Kamis dll, Setiap akhir Ramadhon saya juga selalu membayar Zakat, Infak dan Shodaqoh dan Insya Allah kalo diberikan kelebihan Rizki akan melaksanakan ibadah Haji sebagaimana yang dilaksanakan oleh kaum muslimin lainnya. Saya hanyalah hamba Allah yang dhohir penuh dengan kebodohan dan ketidaktahuan, karenanya setiap masukan sumbang saran, pertanyaan, kritik dan komentar selalu saya nantikan, dan Insya Allah akan saya respon degan sebaik mungkin sebatas pengetahuan yang saya miliki. "Semua Isi Conten di Blog Ini Hanyalah Wacana Pengetahuan"

SUNAN DRAJAT

| Kamis, 02 Desember 2010 | |
SUNAN DRAJAT
Nama kecilnya Raden Qosim. Ia anak Sunan
Ampel. Dengan demikian ia bersaudara dengan
Sunan Bonang. Diperkirakan Sunan Drajat yang
bergelar Raden Syaifuddin ini lahir pada tahun
1470 M. Sunan Drajat mendapat tugas pertama
kali dari ayahnya untuk berdakwah ke pesisir
Gresik, melalui laut. Ia kemudian terdampar di
Dusun Jelog --pesisir Banjarwati atau Lamongan
sekarang. Tapi setahun berikutnya Sunan Drajat
berpindah 1 kilometer ke selatan dan mendirikan
padepokan santri Dalem Duwur, yang kini
bernama Desa Drajat, Paciran-Lamongan.
Dalam pengajaran tauhid dan akidah, Sunan
Drajat mengambil cara ayahnya: langsung dan
tidak banyak mendekati budaya lokal. Meskipun
demikian, cara penyampaiannya mengadaptasi
cara berkesenian yang dilakukan Sunan Muria.
Terutama seni suluk. Maka ia menggubah
sejumlah suluk, di antaranya adalah suluk petuah
"berilah tongkat pada si buta/beri makan pada
yang lapar/beri pakaian pada yang telanjang'.
Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang
bersahaja yang suka menolong. Di pondok
pesantrennya, ia banyak memelihara anak-anak
yatim-piatu dan fakir miskin.

0 komentar:

Poskan Komentar

Yang Mau Ramal Jodoh Saya Persilahkan...!!