Perlu Dibaca Sebelum Membaca Artikel

Sejak awal sebelum blog ini saya buat saya menyadari akan banyak menimbulkan kontroversi dan polemik tentang materi dan content yang ada didalamnya, karena banyak kalangan yang pasti akan mengklaim bahwa blog ini menyebarkan dan memprogandakan ajaran yang berbau bid’ah, khurafat, musyrik, syirik yang bertentangan dengan Al-qur’an, Al hadist dan Sunnah Rasul. Perlu saya sampaikan disini bahwa saya juga seorang muslim yang mengakui rukun Iman maupun rukun Islam, Saya juga berpegang berpedoman pada Al-qur’an, Al hadist dan Sunah Rasul, Saya juga melaksanakan Ibadah Sholat Wajib, Sholat Sunnah, Puasa Ramadhan, Puasa Sunah Senin-Kamis dll, Setiap akhir Ramadhon saya juga selalu membayar Zakat, Infak dan Shodaqoh dan Insya Allah kalo diberikan kelebihan Rizki akan melaksanakan ibadah Haji sebagaimana yang dilaksanakan oleh kaum muslimin lainnya. Saya hanyalah hamba Allah yang dhohir penuh dengan kebodohan dan ketidaktahuan, karenanya setiap masukan sumbang saran, pertanyaan, kritik dan komentar selalu saya nantikan, dan Insya Allah akan saya respon degan sebaik mungkin sebatas pengetahuan yang saya miliki. "Semua Isi Conten di Blog Ini Hanyalah Wacana Pengetahuan"

Macam macam puasa ala Kejawen

| Rabu, 22 September 2010 | |
1. Mutih
Dalam puasa mutih ini seseorang tdk boleh
makan apa-apa kecuali hanya nasi putih dan air
putih saja.
Nasi putihnya pun tdk boleh ditambah apa-apa
lagi (seperti gula, garam dll.) jadi betul-betul
hanya nasi
putih dan air puih saja. Sebelum melakukan
puasa mutih ini, biasanya seorang pelaku puasa
harus mandi
keramas dulu sebelumnya dan membaca mantra
ini : “niat ingsun mutih, mutihaken awak kang
reged,
putih kaya bocah mentas lahirdipun ijabahi gusti
allah. ”
2. Ngeruh
Dalam melakoni puasa ini seseorang hanya boleh
memakan sayuran / buah-buahan saja. Tidak
diperbolehkan makan daging, ikan, telur dsb.
3. Ngebleng
Puasa Ngebleng adalah menghentikan segala
aktifitas normal sehari-hari. Seseorang yang
melakoni puasa
Ngebleng tidak boleh makan, minum, keluar dari
rumah/kamar, atau melakukan aktifitas seksual.
Waktu
tidur-pun harus dikurangi. Biasanya seseorang
yang melakukan puasa Ngebleng tidak boleh
keluar dari
kamarnya selama sehari semalam (24 jam). Pada
saat menjelang malam hari tidak boleh ada satu
lampu
atau cahaya-pun yang menerangi kamar
tersebut. Kamarnya harus gelap gulita tanpa ada
cahaya
sedikitpun. Dalam melakoni puasa ini
diperbolehkan keluar kamar hanya untuk buang
air saja.
4. Pati geni
Puasa Patigeni hampir sama dengan puasa
Ngebleng. Perbedaanya ialah tidak boleh keluar
kamar dengan
alasan apapun, tidak boleh tidur sama sekali.
Biasanya puasa ini dilakukan sehari semalam, ada
juga yang
melakukannya 3 hari, 7 hari dst. Jika seseorang
yang melakukan puasa Patigeni ingin buang air
maka,
harus dilakukan didalam kamar (dengan memakai
pispot atau yang lainnya). Ini adalah mantra
puasa
patigeni : “niat ingsun patigeni, amateni hawa
panas ing badan ingsun, amateni genine napsu
angkara
murka krana Allah taala ”.
5. Ngelowong
Puasa ini lebih mudah dibanding puasa-puasa
diatas Seseorang yang melakoni puasa
Ngelowong dilarang
makan dan minum dalam kurun waktu tertentu.
Hanya diperbolehkan tidur 3 jam saja (dalam 24
jam).
Diperbolehkan keluar rumah.
6. Ngrowot
Puasa ini adalah puasa yang lengkap dilakukan
dari subuh sampai maghrib. Saat sahur
seseorang yang
melakukan puasa Ngrowot ini hanya boleh
makan buah-buahan itu saja! Diperbolehkan
untuk memakan
buah lebih dari satu tetapi hanya boleh satu jenis
yang sama, misalnya pisang 3 buah saja. Dalam
puasa
ini diperbolehkan untuk tidur.
7. Nganyep
Puasa ini adalah puasa yang hanya
memperbolehkan memakan yang tidak ada
rasanya. Hampir sama
dengan Mutih , perbedaanya makanannya lebih
beragam asal dengan ketentuan tidak mempunyai
rasa.
8. Ngidang
Hanya diperbolehkan memakan dedaunan saja,
dan air putih saja. Selain daripada itu tidak
diperbolehkan.
9. Ngepel
Ngepel berarti satu kepal penuh. Puasa ini
mengharuskan seseorang untuk memakan dalam
sehari satu
kepal nasi saja. Terkadang diperbolehkan sampai
dua atau tiga kepal nasi sehari.
10. Ngasrep
Hanya diperbolehkan makan dan minum yang
tidak ada rasanya, minumnya hanya
diperbolehkan 3 kali
saja sehari.
11. Senin-kamis
Puasa ini dilakukan hanya pada hari senin dan
kamis saja seperti namanya. Puasa ini identik
dengan
agama islam. Karena memang Rasulullah SAW
menganjurkannya.
12. Wungon
Puasa ini adalah puasa pamungkas, tidak boleh
makan, minum dan tidur selama 24 jam.
13. Tapa Jejeg
Tidak duduk selama 12 jam
14. Lelono
Melakukan perjalanan (jalan kaki) dari jam 12
malam sampai jam 3 subuh (waktu ini
dipergunakan
sebagai waktu instropeksi diri).
15. Kungkum
Kungkum merupakan tapa yang sangat unik.
Banyak para pelaku spiritual merasakan sensasi
yang
dahsyat dalam melakukan tapa ini. Tatacara tapa
Kungkum adalah sebagai beikut :
a) Masuk kedalam air dengan tanpa pakaian
selembar-pun dengan posisi bersila (duduk)
didalam air
dengan kedalaman air se tinggi leher.
b) Biasanya dilakukan dipertemuan dua buah
sungai
c) Menghadap melawan arus air
d) Memilih tempat yang baik, arus tidak terlalu
deras dan tidak terlalu banyak lumpur didasar
sungai
e) Lingkungan harus sepi, usahakan tidak ada
seorang manusiapun disana
f) Dilaksanakan mulai jam 12 malam (terkadang
boleh dari jam 10 keatas) dan dilakukan lebih dari
tiga
jam (walau ada juga yang memperbolehkan
pengikutnya kungkum hanya 15 menit).
g) Tidak boleh tertidur selama Kungkum
h) Tidak boleh banyak bergerak
i) Sebelum masuk ke sungai disarankan untuk
melakukan ritual pembersihan (mandi dulu)
j) Pada saat akan masuk air baca mantra ini :
“ Putih-putih mripatku Sayidina Kilir, Ireng-ireng
mripatku Sunan Kali Jaga, Telenging mripatku
Kanjeng
Nabi Muhammad. ”
k) Pada saat masuk air, mata harus tertutup dan
tangan disilangkan di dada
l) Nafas teratur
m) Kungkum dilakukan selama 7 malam biasanya
16. Ngalong
Tapa ini juga begitu unik. Tapa ini dilakuakn
dengan posisi tubuh kepala dibawah dan kaki
diatas
(sungsang). Pada tahap tertentu tapa ini dilakukan
dengan kaki yang menggantung di dahan pohon
dan
posisi kepala di bawah (seperti kalong/kelelawar).
Pada saat menggantung dilarang banyak
bergerak.
Secara fisik bagi yang melakoni tapa ini melatih
keteraturan nafas. Biasanya puasa ini dibarengi
dengan
puasa Ngrowot.
17. Ngeluwang
Tapa Ngeluwang adalah tapa paling menakutkan
bagi orang-orang awam dan membutuhkan
keberanian
yang sangat besar. Tapa Ngeluwang disebut-
sebut sebagai cara untuk mendapatkan daya
penglihatan
gaib dan menghilangkan sesuatu. Tapa
Ngeluwang adalah tapa dengan dikubur di suatu
pekuburan atau
tempat yang sangat sepi. Setelah seseorang
selesai dari tapa ini, biasanya keluar dari kubur
maka akan
melihat hal-hal yang mengerikan (seperti arwah
gentayangan, jin dlsb). Sebelum masuk kekubur,
disarankan baca mantra ini :
“ Niat ingsun Ngelowong, anutupi badan kang
bolong siro mara siro mati, kang ganggu maang
jiwa insun,
lebur kaya dene banyu krana Allah Ta ’ala.”
--------------------------------------
Dalam melakoni puasa-puasa diatas, bagi pemula
sangatlah berat jika belum terbiasa. Oleh karena
itu
disini akan dibekali dengan ilmu lambung karang.
Ilmu ini berfungsi untuk menahan lapar dan
dahaga.
Dengan kata lain ilmu ini dapat sangat membantu
bagi oarang-orang yang masih ragu-ragu dalam
melakoni puasa-puasa diatas. Selain praktis dan
mudah dipelajari, sebenarnya ilmu lambung
karang ini
berbeda dengan ilmu-ilmu lain yang kebanykan
harus ditebus/dimahari dengan puasa. Selain itu
syarat
atau cara mengamalkannyapun sangat mudah,
yaitu :
1. Mandi keramas/jinabat untuk membersihkan
diri dari segala macam kekotor
2. Menjaga hawa nafsu.
3. Baca mantra lambung karang ini sebanyak 7
kali setelah shalat wajib 5 waktu, yaitu :
Bismillahirrahamanirrahim
Cempla cempli gedhene
Wetengku saciplukan bajang
Gorokanku sak dami aking
Kapan ingsun nuruti budine
Aluamah kudu amangan wareg
Ngungakna mekkah madinah
Wareg tanpa mangan
Kapan ingsun nuruti budine
Aluamah kudu angombe
Ngungakna segara kidul
Wareg tanpa angombe
Laailahaillallah Muhammad Rasulullah

0 komentar:

Poskan Komentar

Yang Mau Ramal Jodoh Saya Persilahkan...!!